Jember – Ketua Baznas Kabupaten Jember, HM Misbhus Salam berharap agar meningkatnya kesadaran berzakat, berinfak dan bersedekah dari kalangan ASN (aparat sipil negara) dan  pengusaha dapat meningkatkan HDI (Human Development Index ) dan SDGS (Sustainable Development Goals). Sehingga warga yang semula berstatus sebagai mustahiq (penerima zakat), bisa berubah menjadi muzakki (pembayar zakat).

“Itu memang cita-cita ideal dari zakat. Jadi bagaimana zakat agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, bukan sekadar cukup sesaat,” tukasnya saat memberikan santunan di Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh, Desa Jamberum, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Kamis (16/5).

Menurutnya, untuk memperoleh manfaat yang lebih luas dalam pelaksanaan zakat, maka pemanfaatan zakat perlu dilebarkan pada pemberdayaan. Misalnya,  dana zakat diberikan kepada warga yang masuk dalam 8 asnaf, tapi jumlahnya agak besar, karena untuk modal berdagang, atau usah mikro lainnya.

“Sehingga dari situ, lambat laun usahanya si penerima zakat berkembang, dan akhirya tak berhak lagi menerima zakat, bahkan masuk pembayar zakat,” urainya.

Kampung Zakat Terpadu dibentuk oleh Kemeterian Agama Kabupaten Jember sejak sekian tahun yang lalu. Di kampung itu, dana zakat, selain diberikan kepada anak yatim dan fakir miskin, juga telah ada bantuan modal usaha ternak kambing, bantuan beasiswa, dan bantuan  pembangunan rumah tidak layak huni.

Hadir dalam acara itu DR Moh. Zuhri (dari Bidang Pembinaan Zawa Kemenag Provensi Jawa Timur), Kepala Kemenag Jember (H Bustomi) beserta seluruh Jajaran Kemenag Jember, Baznas Jember (HM Misbahus Salam, Agus Setiawan, Fauzan Adhim, Khairuddin, Endah), LAZIZNU, LAZIZMU, LAZ Rizki, Azka Baitul Amien, YDSF, Yatim Mandiri, dan Muspika Sumberjambe. (Aryudi AR/Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *