Trenggalek – Dana gotong-royong yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek menembus angka Rp1 miliar per Jumat (17/4).

Dana yang terbilang besar itu terkumpul sejak pembukaan donasi penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 selama tiga pekan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Trenggalek, Mahsun Ismail menjelaskan, besarnya dana gotong-royong menunjukkan partisipasi masyarakat dalam penanganan Corona terbilang tinggi.

Donasi dengan nilai paling besar berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Trenggalek sekitar Rp245 juta. Akumuliasi donasi dari masyarakat menduduki peringkat kedua dengan nilai Rp204 juta.

Selanjutnya, sumbangan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin sebesar Rp200 juta, Persatuan Guru RI Rp150 juta, Korps Pegawai RI Rp150 juta dan dana sosial Gerakan Tengok Bawah Rp31 juta.

“Apabila ditotal, nilai keseluruhannya Rp1,031 miliar lebih,” ungkap Mahsun.

Mahsun mengatakan, donasi tak hanya datang dari warga Kabupaten Trenggalek. Turut berdonasi juga warga yang kini tinggal di daerah lain.

“Ada dari Jakarta, Surabaya juga Papua,” sambungnya.

Dana gotong royong tersebut disalurkan lewat program Kartu Penyangga Ekonomi dan bantuan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mengisolasi diri di rumah.

“Data yang menyajikan Dinas Sosial. Tapi dapat kami sampaikan, hingga saat ini realisasi kartu penyangga ekonomi sudah sekitar 625 kartu atau setara Rp625 juta,” ujar Mahsun.

Selain itu, saat ini masih berproses 2.034 data calon penerima kartu yang berbentuk uang elektronik itu.

“Sementara bantuan untuk PDP dalam bentuk saldo ojek online, hingga saat ini sudah tersalur sekitar Rp 40 juta,” sambung Mahsun. (ST/Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *