Jember — BAZNAS Jember melaksanakan pelepasan tim riset untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Sukorejo, Bangsalsari, Jember. Tim riset kolaborasi yang diturunkan terdiri dari pengurus BAZNAS, JRDC dan mahasiswi PPL dari Universitas Ibrahimy Situbondo.

 

Riset yang dilakukan oleh tim ini sebagai rangkaian dari proses pemberdayaan yang direncanakan oleh BAZNAS Jember di beberapa kampung SDGs binaan.

 

Sebelum turun lapangan untuk melakukan riset, tim terlebih dahulu melakukan penyusunan base line survei sebagai instrumen ilmiah yang terukur.

 

“Proses ini harus dilakukan guna memastikan bahwa program yang akan direalisasikan benar-benar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini selaras dengan tujuan BAZNAS, yaitu menjadikan masyarakat miskin sebagai donatur atau muzakki,” kata H Misbahus Salam, Kamis (23/1).

Menurut Ketua BAZNAS Jember tersebut, program pemberdayaan akan dilakukan oleh BAZNAS Jember bersama dengan JRDC selama 1 tahun penuh. Dengan 5 Tahap.
“Tahap pertama penyusunan base line surviei, kemudian riset lapangan dan analisis data, selanjutnya rekomendasi program, realisasi dan pendampingan, hingga evaluasi dan peplikasi,” jelasnya.

Dengan seluruh proses ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memberikan dorongan positif bagi suksesi program-program yang telah direncanakan oleh BAZNAS Jember. (Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *