Banyuwangi – Bupati Banyuwangi mengapresiasi ikhtiar sejumlah kalangan dalam membantu warga kurang mampu. Yang terbaru adalah program Rantang Kasih. Sebuah kolaborasi dengan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat dan dana dari pemerintah desa.

 

“Inovasi itu lahir dari tantangan permasalahan sosial warga lanjut usia nonproduktif. Tidak bisa dengan stimulus modal, misalnya, karena sudah berumur, bahkan ada lansia di atas 90 tahun. Maka negara hadir dengan solusi yang bersifat praktis yaitu kebutuhan makan sehari-hari,” jelas Anas.

 

Kolaborasi juga dilakukan bersama warung-warung yang menjadi penyedia makanan. Warung-warung itu berada tak jauh dari lokasi rumah lansia sasaran. Para pemilik warung kini tak hanya memandang program itu secara komersial.

 

“Warung-warung menjadikan program ini sebagai bentuk sedekah. Tak jarang mereka mengirim tambahan bonus menu harian untuk lansia di luar pagu anggaran yang ditetapkan. Bahkan ojek pengantar sering tidak meminta bayaran. Mereka mengaku ini sedekah sederhana yang bisa mereka lakukan,” jelas Anas. Dengan program pelayanan publik yang sederhana ini bisa mengorkestrasi sebuah gerakan yang merekatkan hubungan antarwarga, lanjutnya.

 

“Karena dalam perkembangannya, mungkin ada lansia baru yang belum ter-cover. Atau ada laporan dari medsos. Maka kami libatkan badan zakat dan pemerintah desa. Jadi selain didanai APBD, juga ada keterlibatan publik, menjadi gerakan sosial yang membangun empati seluruh rakyat,” jelasnya.

 

Pemkab Banyuwangi masuk dalam jajaran Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dari total 3.156 inovasi seluruh Indonesia. Empat program di antaranya adalah program Rantang Kasih, Banyuwangi Festival, Banyuwangi Mall, dan Chips.

 

Menurut Anas, pemerintah selalu dihadapkan pada keterbatasan dan tantangan-tantangan, mulai soal anggaran, SDM, kewenangan, hingga waktu. Keterbatasan dan tantangan itu lantas melahirkan dua hal jalan keluar, yaitu inovasi dan kolaborasi. “Inovasi dan kolaborasi banyak pihak membuat pelayanan publik bisa dilakukan dengan lebih baik,” pungkasnya. (TJ/Saiful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *