SEBANYAK 50 peserta perwakilan dari 11 BAZNAS Provinsi dari wilayah Indonesia Bagian
Timur dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jawa Timur mengikuti “Pelatihan Implementasi
Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Indeks Desa Zakat (IDZ)”, Rabu (18/4). Pelatihan tersebut
diselenggaran oleh Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS Pusat di Hotel Mercure, Surabaya.
Sedangkan BAZNAS Jatim bertindak sebagai tuan rumah dan panitia acara yang akan
berlangsung selama dua hari itu.
Wakil Direktur Puskas BAZNAS Pusat Muhammad Soleh Nurzaman mengatakan, pelatihan
Implementasi IZN dan IDN ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan
peserta (BAZNAS daerah dan LAZ) di dalam melakukan kegiatan assessment menggunakan
IDZ dan penilaian kinerja zakat dengan menggunakan IZN. “Dari pelatihan ini peserta
diharapkan mampu memahami prinsip kerja, tujuan, cakupan tata kerja, dan alur dalam
implementasi IZN dan IDZ dengan cara menggali data dan pengisian kuesioner IZN dan IDZ,”
kata pria 37 tahun itu.
Lalu apa IZN dan IDZ itu, Pria yang juga dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu
menjelaskan, IZN merupakan indikator untuk menilai sejauh mana hasil perkembangan zakat
yang diukur secara komprehensif. Sedangkan IDN berfungsi untuk menilai proses yang terjadi
pada pra program berlangsung, dan pasca program apakah sebuah komunitas layak dibantu serta
program tepat sasaran atau tidak dengan bantuan zakat.
“Perkembangan zakat menuntut tersedianya alat dan mekanisme penilaian program berbasis
output dan proses. Nah, untuk IZN ini berbasis output. Sedangkan IDZ basisnya ini pencapaian
output atau dari IZN. Karena selama ini kebiasaan kita cuma pakai ilmu kirologi atau hanya kira-
kira saja tanpa data atau alat dan mekanisme penilaian” lanjut pria yang biasa disapa Deden itu.
Pelatihan Implementasi IZN dan IDZ ini merupakan pertama kali dilaksanakan oleh Puskas
BAZNAS yang direncanakan road show di tiga wilayah Indonesia. Sedangkan untuk di Surabaya
merupakan acara kedua. “Kita sengaja selenggarakan menurut tiga wilayah di Indonesai seperti
barat, tengah, dan timur.. Sebelumnya bulan Februari untuk wilayah tengah kita sudah adakan di
Jakarta, Untuk timur bulan ini (April) di Surabaya, dan selanjutnya wilayah barat pada bulan
Agustus akan kita laksanakan di Palembang,” terang Soleh.
Pantauan saat pelatihan di meeting room ruang Hong Kong Hotel Mercure, beberapa perwakilan
BAZNAS dari wilayah timur tampak datang dari BAZNAS daerah seperti Maluku, Sulawesi,
Nusa Tenggara dan beberapa BAZNAS kota di Jawa Timur. Hadir pula dari LAZ seperti Yatim
Mandiri, Nurul Hayat, dan Lembaga Manajamen Infaq (LMI). (mir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *