Probolinggo — Sebanyak 14 mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan siswa di Kabupaten Probolinggo, mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari BAZNAS dan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Kabupaten Probolinggo. Dari jumlah ini, dua mahasiswa penyandang disabilitas lulusan dari SLB Dharma Asih Kraksaan.

Bantuan biaya pendidikan ini disambut dengan sangat antusias para mahasiswa kurang mampu yang sedang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Probolinggo.

 

”Program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa kaum dhuafa ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam membayar SPP – nya hingga menyandang gelar sarjana,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggpo, H Achmad Muzammil, Selasa (18/2).

 

Puluhan mahasiswa ini sudah mengikuti beberapa tahap seleksi yang dilakukan sebelumnya. Mereka harus mengirimkan biodata pribadi dan foto copy KK (Kartu Keluarga). Selanjutnya Tim Baznas Kabupaten Probolinggo mensurvei berdasarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.

 

“Kriteria utama penerima bantuan biaya pendidikan ini adalah mahasiswa dari keluarga fakir dan miskin. Mereka sudah mengikuti pengarahan dan tes wawancara sehingga diperoleh mahasiswa yang benar – benar layak menerima bantuan biaya pendidikan dari Baznas Kabupaten Probolinggo. Dana yang diberikan berasal dari Zakat, Infaq dan Shodakoh (ZIS) ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo,” jelasnya.

 

Menurut Muzammil, syarat untuk mendapatkan bantuan biaya pendidikan ini sangatlah mudah. Diantaranya, mahasiswa harus warga Kabupaten Probolinggo dan dari keluarga tidak mampu. Dan dalam keluarga tak ada yang sarjana maupun mendapatkan beasiswa pendidikan dari lembaga lainnya.

 

“Bantuan biaya pendidikan yang diberikan besarannya tergantung dari SPP masing-masing perguruan tinggi. Tetapi batasannya maksimal sebesar Rp2 juta per semester,” terangnya.

 

Muzammil menambahkan, bantuan biaya pendidikan ini dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup dari masyaramat melalui peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Sebab kalau SDM meningkat, maka secara otomatis akan dapat mengangkat taraf kehidupan dari keluarganya. Selain itu, untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam menempuh pendidikannya di perguruan tinggi sampai tuntas.

 

“Saya meminta agar para mahasiswa yang terpilih sebagai penerima bantuan biaya pendidikan supaya mampu membawa naik baik Kabupaten Probolinggo. Mahasiswa harus aktif terlibat dalam setiap kegiatan Baznas Kabupaten Probolinggo. Setidaknya para mahasiswa ini bisa lebih memahami manfaat dan pengelolaan zakat dan infaq/shodakoh di Baznas Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.

 

Selain itu, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Drs HA Timbul Prihanjoko, menyerahkan Bantuan Pendidikan dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) di SDN Kedawung 3 Kecamatan Kuripan.

 

Turut mendampingi dalam kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko selaku Ketua GN-OTA Kabupaten Probolinggo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Didik Abdul Rohim, Camat Kuripan Saniwar dan Forkopimka Kuripan.

 

Wakil bupati menegaskan, bantuan GN-OTA ini dilakukan sebagai motivasi semua pihak agar peduli pada kemajuan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Probolinggo. ”Kewajiban mendidik dan mensejahterakan masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk semua elemen masyarakat,” katanya. (Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *