Sumenep – Sebanyak 15 guru ngaji yang terdampak Covid-19, di Mushala Al-Hasanah Desa Batuan Kecamatan Batuan mendapat bantuan insentif dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep, Ahad (21/6/2020).

Dalam keterangannya Wakil Ketua Penghimpunan Zakat BAZNAS Sumenep, Hadariadi mengatakan, peran guru ngaji dalam menyebarkan syariat zakat sangat dibutuhkan. Untuk itu pihaknya mengajak para guru ini terlibat aktif dalam syiar zakat di kabupaten setempat.

“Guru ngaji merupakan corong utama syiar Islam dalam hal ini rukun Islam ketiga, yakni menunaikan zakat,” kata Hadariadi.

Sementara Wakil Ketua Pendistribusian dan Penghimpunan Zakat BAZNAS Sumenep, Sugeng menyatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk bersinergi dengan semua pihak dalam menghidupkan dakwah zakat.

“Kali ini kami mendistribusikan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) kepada guru ngaji, pertama bertujuan menyalurkan dana zakat sesuai mekanisme syariat dan undang-undang. Kedua, untuk melibatkan mereka secara langsung dalam gerakan pembumian zakat di bumi Sumekar ini,” ungkap dia.

Ia mengatakan, BAZNAS Sumenep terus berupaya meningkatkan kinerjanya dengan selalu berbenah dan meningkatkan performa serta membangun jejaring dengan pihak-pihak terkait.

“Selain itu, tidak henti-hentinya kami mengajak seluruh umat Islam untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS guna menyebarkan dan memanfaatkan zakat secara bersama-sama dan terlembaga,” ujar dia. (Full)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *