Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Jawa Timur terus berupaya menyapa sejumlah kalangan. Memberdayakan mereka yang memiliki potensi, namun kurang beruntung dalam ekonomi di bawah rata-rata. Salah satunya adalah kalangan mahasiswa.

 

Wajah ceria dengan senyum mengembang tampak meliputi salah satu ruangan di Baznas Jawa Timur. Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus berkumpul untuk mendapatkan pengarahan. Ujungnya, mereka menerima santunan berupa uang tunai yang akan digunakan membayar kewajiban kuliah di masing-masing perguruan tinggi.

 

Saat mengawali memberikan sambutan, KH Abdurrahman Navis mengingatkan bahwa berkesempatan mendapatkan beasiswa adalah nikmat yang harus disyukuri. “Ini kesempatan istimewa. Tidak banyak mahasiswa yang seberuntung kalian,” kata KH Abdurrahman Navis, Lc, MHI, Rabu (24/7).

 

Memang benar, untuk dapat meraih beasiswa dari Baznas tentu melewati sejumlah seleksi. “Karena ini program SKSS yakni Satu Keluarga Satu Sarjana, maka para peserta dipastikan sebagai calon sarjana satu-satunya dalam keluarga,” ungkap Wakil Ketua II, bagian pendistribusian dan pendayagunaan Baznas Jatim tersebut.

 

Demikian pula prestasi akademis yang diraih juga dapat dibanggakan. Oleh sebab itu, hendaknya kurnia yang didapat bisa disyukuri dengan sejumlah langkah nyata. “Yang pasti, kalian adalah duta Baznas di kampus setempat,” jelasnya.

 

Kiai yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut berharap bahwa para penerima tidak semata memanfaatkan dana yang diterima. “Juga bisa mendukung program, sehingga mampu berkontribusi bagi kebaikan dan kiprah Baznas di kampus serta tempat kalian tinggal,” jelasnya.

 

Wakil Ketua IV yang membidangi administrasi, SDM dan umum, Dr H Kasno Sudaryanto, MAg turut mengingatkan agar para penerima beasiswa sungguh-sungguh saat studi. “Dengan kesempatan ini kalian dapat kuliah lebih tenang dan fokus agar menimba pengetahuan dan pengalaman sebanyak mungkin,” katanya.

 

Dirinya mengungkapkan tugas saat ini adalah belajar dan belajar tanpa harus tersandra menjadi apa kelak. “Soal jadi apa, itu nanti. Sekarang konsentrasi saja belajar karena ilmu yang didapat kelak akan berguna bagi diri dan masyarakat sekitar,” terangnya.

 

 

Menopang Khidmah Baznas

H Benny Nur Miftahul Ulum, SSosI, MM menjelaskan bahwa para penerima beasiswa nantinya akan menopang khidmah Baznas di kampus dan lingkungan tempat mereka tinggal. “Dari mulai melakukan survey, mengadakan kegiatan di lembaga pendidikan formal dan tempat ibadah, hingga masyarakat secara umum,” kata Sekretaris Baznas Jatim ini.

 

Praktiknya, mereka akan mengunduh aplikasi yang berisi bio data serta kiprah yang dilakukan selama mendapatkan beasiswa. “Data dan kiprah yang dilakukan hendaknya dapat diisi secara jujur dan benar sebagai bentruk pertanggungjawaban kepada umat, khususnya para muzakki,” kata H Benny, sapaan akrabnya.

 

Pada saat yang sama, para penerima beasiswa yang juga disebut sebagai duta Baznas ini akan dirangsang untuk menyapa sejumlah aghniya atau orang kaya di mlingkungannya agar bersedekah. “Karena kalian bisa mendapatkan kesempatan ini berkat para muzakki. Karenanya sebanyak mungkin dapat menyapa calon muzakki lain agar semakin banyak kesempatan mahasiswa kurang mampu lagi yang dapat ditolong,” terangnya.

 

H Benny juga mengingatkan bahwa potensi zakat, infak dan sedekah di Jawa Timur masih terbuka lebar. “Nah, kalian ini yang juga diharapkan bisa mengingatkan para orang kaya dari kalangan Muslimin untuk sadar dengan kewajiban yang harus ditunaikan tersebut,” ujarnya.

 

Di samping itu, pria yang kini tinggal di Mojokerto tersebut menekankan agar penerima beasiswa dapat berkiprah secara optimal di kampus dan lingkungan sekitar. “Bila membutuhkan surat pengantar dari sini, pasti akan kami dukung. Yang pasti, semakin berkiprah akan menjadi bahan kepada kami untuk mempertimbangkan agar kalian bisa mendapat beasiswa hingga kuliah rampung,” urainya.

 

SKSS adalah di antara program andalam dari Baznas Jatim. Yakni beasiswa yang diberikan kepada sejumlah mahasiswa yang tengah melakukan studi strata satu di berbagai kampus. Yang pasti, dalam keluarga tersebut belum ada yang menjadi sarjana. Diharapkan dengan pendidikan tinggi, akan dapat mengangkat tarap hidup yang bersangkutan dan menjadi kebanggaan bagi keluarga.

 

Tidak semata dana pendidikan, mereka yang lolos seleksi juga menjadi duta Baznas. Sejumlah khidmah harus dilakukan selama menerima bantuan. (Syaifullah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *