Surabaya — Salah satu penopang ekonomi di tanah air adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Dan usaha yang sedang digandrungi sejumlah kalangan adalah berdagang dalam jaringan (daring) atau secara online. Dengan modal tidak seberapa, keuntungan bisa diraih.

Setidaknya itulah yang digeluti Nurul Jannah. Perempuan yang tinggal di kawasan Surabaya Barat tersebut kini sedang bersemangat dalam menggeluti bisnis online. Hal tersebut menjadi pilihan karena dipandangnya lebih praktis, tidak memerlukan tempat khusus dan dapat dilakukan sembarang waktu.

Namun demikian, namanya juga usaha pasti membutuhkan modal. Dan perempuan dua anak ini cukup kesulitan mendapatkan modal untuk mengembangakn bisnis yang sedang digeluti.

“Alhamdulillah saya mendapatkan suntikan modal dari BAZNAS Jatim,” katanya kepada media ini saat menemui di kediamannya. Menurutnya, tambahan modal tersebut sangatlah berguna dalam menopang usaha yang memang harus bersaing secara ketat.

Nurul Jannah juga tidak bisa mengandalkan penghasilan dari sang suami yang bekerja sebagai penjual pipa. “Makanya saya memutuskan untuk berjualan baju secara online,” ungkapnya.

Usaha yang digeluti memang berangkat dari bawah. Cara mempromosikan awalnya juga memanfaatkan kedekatan dengan tetangga dan sahabat. Dengan bermodalkan kenalan yang menyediakan baju lewat online, barang ditawarkan secara langsung kepada calon konsumen.

Berjualan dari orang ke orang memberinya bekal untuk meluaskan pasar.  “Karenanya saya juga mencoba keberuntungan dengan menjual barang yang ada lewat media sosial,” terang perempuan yang anaknya sudah kuliah ini.

Tidak terasa, usaha yang digeluti telah memasuki tahun ke sepuluh. “Penghasilannya memang belum seberapa, hanya cukup untuk tambahan memenuhi kebutuhan sehati-hari,” ujarnya. Semua disyukurinya lantaran dapat menopang pemasukan keluarga.

Dirinya juga merasakan bagaimana usaha yang digeluti mengalami pasang surut. “Kalau pas hari-hari biasa seperti sekarang ini sepi, ya paling kalau ada yang laku itu satu hingga dua saja,” kenangnya.

Panen penghasilan baru diterimanya pas menjelang lebaran. “Memang ada peningkatan, kendati tidak ramai-ramai banget,” akunya. Dari penghasilan jualan tersebut disisihkannya untuk memenuhi kebutuhan harian dan sebagian disisihkan untuk biaya anak, lanjutnya.

Dirinya sangat berterima kasih atas perhatian BAZNAS Jatim dengan memberikan tambahan modal. “Uang yang saya terima tersebut digunakan untuk kebutuhan modal membeli baju,” katanya.

Menjadi pedagang online bukanlah satu-satunya ikhtiar dalam mendapat keuntungan. “Saya juga mengisi hari dengan kerja serabutan di salah satu tempat tidak jauh dari rumah,” tandasnya.

Ke depan, perempuan asli Ponorogo tersebut memimpikan untuk jualan nasi di depan rumahnya yang sederhana.  Dan bila memang memungkinkan, tidak hanya dirinya yang dibantu, juga sejumlah saudara yang nasibnya sama.

“Harapan saya, BAZNAS Jatim istikamah memberikan santunan kepada rakyat kecil yang butuh bantuan baik berupa uang maupun alat kerja. Hal tersebut penting demi perbaikan kesejahteraan karena kebutuhan hidup yang terus meningkat,” pungkasnya. (Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *