Nganjuk — Pilihan BAZNAS Nganjuk untuk menerapkan manajemen terbuka mendapat apresiasi positif. Selain masyarakat Nganjuk lebih percaya menyalurkan zakatnya, mahasiswa juga menjadikan baznas sebagai rujukan bahan penelitian skripsi dan disertasi.

 

Manajemen terbuka yang diterapkan oleh BAZNAS Nganjuk membuat kinerja lembaga penyalur zakat itu sangat transparan. Mulai pengelolaan administrasi, penggalian dana dan pendistribusian dilakukan secara terbuka.

 

Hal itulah yang membuat mahasiswa tertarik melakukan penelitian skripsi dan disertasi. Kepala BAZNAS Nganjuk H Achmad Hidayat mengatakan, setiap harinya banyak mahasiswa yang melakukan penelitian atau praktik di tempatnya.

 

Para mahasiswa itu, lanjut Achmad, tidak hanya datang dari Nganjuk. Melainkan juga dari sejumlah universitas lain di Jawa Timur. “Bahkan ada yang dari Universitas Padjajaran,” kata Achmad beberapa waktu berselang.

 

Selain melakukan penelitian di baznas, menurut Achmad kehadiran para mahasiswa itu juga membawa dampak positif lain. Di antaranya, memberikan masukan positif  untuk peningkatan kinerja BAZNAS.

 

Untuk diketahui, sebagai lembaga penyalur zakat terbesar, BAZNAS Nganjuk kini semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan terus meningkatnya muzaki atau orang yang wajib membayar zakat.

 

“Dengan penerapan manajemen terbuka, masyarakat semakin percaya dan menyalurkan zakatnya ke BAZNAS,” terang Achmad bersyukur.

 

Dengan terus meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada baznas, Achmad menyebut pemasukan zakat, infaq dan sedekah juga ikut naik. Karenanya, baznas menargetkan jumlah pemasukan  mencapai Rp 4 miliar tahun ini. “Zakat yang masuk kami gunakan untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (Syaifullah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *