MAHASISWA STIS MIFTAHUL ULUM PPL DI BAZNAS JEMBER. MENDISKUSIKAN BAZNAS DAN SDGs

Mahasiswa Sekolah Tinggi Syariah Miftahul Ulum Banyuputih Jatiroto Lumajang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan di BAZNAS Jember.
Mereka para Mahasiswa mengikuti beberapa agenda acara BAZNAS Jember baik di Kantor maupun di luar kantor seperti menjaga Gerai BAZNAS Jember di LIPPO, maupun dalam aksi aksi sosial dan forum forum diskusi.
Sebelum berangkat mereka diskusi dulu di meja bundar kantor BAZNAS Jember. Dalam forum diskusi dibahas tentang manfaat general Zakat, Infaq dan Sedekah dalam meningkatkan SDGs (Sustainable Development Goals ) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sejak tahun 2015 berakhir, saat itulah ujung waktu dari kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs) ditetapkan. Dan, negara-negara di dunia pun mulai merumuskan sebuah platform berkelanjutan untuk dapat mencapai cita-cita mulia dari MDGs tersebut. Untuk itu, pada tanggal 25-27 September 2015 terjadi pertemuan akbar di Markas PBB di New York, dengan dihadiri perwakilan dari 193 negara. Pertemuan Sustainable Development Summit ini berhasil mengesahkan dokumen yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs)

Pertemuan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pada pertemuan di tempat yang sama tanggal 2 Agustus 2015. Saat itu sebanyak 193 negara anggota PBB mengadopsi secara aklamasi dokumen berjudul Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development (Mengalihrupakan Dunia Kita: Agenda Tahun 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan).
Jadi, negara-negara di dunia sekarang menyepakati sebuah platform baru dengan terminologi baru, yakni SDGs. Baik SDGs maupun MDGs pada dasarnya memiliki persamaan cita-cita. Salah satunya untuk mengentaskan kemiskinan di dunia. Namun, ada hal yang lebih progresif yang dicantumkan di dalam SDGs yang ingin dicapai pada tahun 2030 mendatang.

Ada delapan poin di dalam MDGs itu yang penting untuk dicermati, yakni:

menanggulangi kemiskinan dan kelaparan;
mencapai pendidikan dasar untuk semua;
mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;
menurunkan angka kematian anak;
meningkatkan kesehatan ibu;
memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya;
memastikan kelestarian lingkungan hidup; dan
mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

Sementara itu, Ada 17 poin penting di dalam SDGs, yakni terciptanya dunia dengan:

tanpa kemiskinan;
tanpa kelaparan;
kesehatan yang baik dan kesejahteraan;
pendidikan berkualitas;
kesetaraan gender;
air bersih dan sanitasi;
energi bersih dan terjangkau;
pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak;
industri, inovasi, dan infrastruktur;
pengurangan kesenjangan;
keberlanjutan kota dan komunitas;
konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab;
aksi terhadap iklim;
kehidupan bawah laut;
kehidupan di darat;
institusi peradilan yang kuat dan kedamaian; dan
kemitraan untuk mencapai tujuan.
Bila program BAZNAS dapat berjalan dengan lancar maka sangat mungkin BAZNAS sangat membantu terhadap program SDGs sesuai dengan ruh syariat Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *