Tulungagung — Salah satu program BAZNAS Jatim adalah Jatim Taqwa. Berupa kiprah sejumlah dai kampung rawah akidah. Mereka menyapa umat dengan aneka kegiatan.

Sebagai upaya memantau para dai tersebut, pada Senin (23/7) BAZNAS Jatim melakukan monitoring terhadap  program pendampingan di 7 desa yang dianggap rawan akidah di Kabupaten Tulungagung. Desa-desa tersebut di antaranya Sendang, Nyawangan, Krosok, Picisan, Kedoyok, Puger Dono.

“Ada dua tujuan utama yang menjadi agenda kunjungan ini. Pertama memonitoring masyarakat dari segi keagamaannya, kedua dari sisi ekonomi,” kata H Benny Nur Miftahul Ulum, SSosI, MM.

Menurut Sekretaris BAZNAS Jatim tersebut bahwa hasil dari kunjungan tersebut menunjukkan ada peningkatan yang cukup bagus.  “Jadi, tujuan saya ke sana bersama KH Abdurrahman Navis itu untuk memastikan kondisi akidah masyarakat yang selama ini dianggap rawan pemurtadan. Dan hasilnya alhamdulillah sekarang sudah tidak terdengar lagi orang Islam pindah agama, malah sebaliknya,” ungkap H Benny.

Padahal  sebelumnya, katanya, di sejumlah kawasan tersebut orang Islam pindah agama seperti sudah biasa. “Ya karena mungkin agama tidak dianggap penting,” sergahnya. Bahkan yang menarik, ada dari sebagian orang itu pindah agama ketika lebaran. Misalkan lebaran sekarang beragama Islam, nanti pindah agama, terus lebaran berikutnya masuk Islam lagi, kan lucu, lanjutnya sambil tertawa.

Sementara dari sisi ekonomi, kawasan tersebut lumayan lemah. “Sehingga setelah kami rapat konsolidasi bersama BAZNAS Tulungagung, para dai dan juga tokoh masyarakat di sana bersepakat unutk membuat usaha olahan susu sapi,” tuturnya.

Pengiriman dan kepedulian kepada dai yang berada di kawasan rawan selama ini berjumlah  26 kabupaten, termasuk Tulungagung. Kategorinya tidak bergantung pada jumlah masyarakat yang memeluk agama Islam melainkan dari intensitas kegiatan keagamaan yang berlangsung di desa tersebut.

Karenanya, BAZNAS Jatim bekerja sama dengan para dai setempat untuk ikut berpartisipasi dalam menghidupkan mushala dan masjid setempat. Harapannya, dengan adanya program tersebut mudah-mudahan bisa membantu masyarakat berdaya dalam bidang akidah dan ekonomi. “Juga semoga ada regenerasi sehingga tidak putus,” pungkasnya. (Asari/Syaifullah)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *