Jember – Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kabupaten Jember terus bergerak tanpa lelah dan memberi manfaat sesuai tuntunan agama. Paling tidak, hal tersebut bisa dilihat dari pembangunan jembatan di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, medio bulan lalu.

Adalah Wakil Ketua Baznas Jember Bagian Perencanaan dan Keuangan, KH Lutfi Ahmad yang ‘bertugas’ mengumpulkan dana untuk keperluan itu. Dana tersebut merupakan sedekah dan zakat dari kelompok tani Madinatul Ulum dan masyarakat Desa Cangkring dan Wonojati, Jenggawah.

“Hasilnya lumayan, dan kita tambah dana kas Baznas,” tukas Ketua Baznas Kabupaten Jember, H Misbahus Salam di Jember, Selasa (26/3).

Menurutnya, jembatan yang menghubungkan Desa Cangkring dan Desa Wonojati tersebut teramat penting untuk lalu lintas warga. Dengan jembatan itu, perputaran roda ekonomi akan meningkat, karena jarak tempuh terpangkas dan aksesnya mudah. “Tentu saja jembatan itu sangat berguna, tidak untuk sekadar lalu lintas kendaraan, tapi juga peningkkaan ekonomi,” lanjutnya.

Pendiri sekaligus motivator IESMQ (intelektual, emosional, spritual dan manajemen quationt) tersebut menambahkan, peruntukan dana zakat, infaq dan sedekah untuk pembangunan jembatan, pihaknya mengacu pada makna kontekstual dari “ashnaf” yang delapan, yaitu “fi sabilillah”. Berarti dana zakat dapat digunakan untuk kemaslahatan umum.

Baznas mampu membangun jembatan tanpa bantuan uang APBD ini adalah wujud pentingnya pengelolaan zakat secara kelembagaan resmi dan profesional.

“Sudah barang tentu bagi yang berzakat, berinfaq dan bersedekah selama jembatan tersebut ada dan dinikmati oleh masyarakat, pahala bagi mereka tetap mengalir. Itulah amal jariyah, amal yang pahalanya selalu mengalir walaupun kelak sudah meninggal dunia,” urainya. (Aryudi AR/Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *