Blitar — Kota Blitar genap berusia 114 tahun. Namun demikian, tidak ada perayaan dan pesta rakyat seperti yang rutin digelar saban tahun.

Pemkot Blitar lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat saat pandemi Corona. Dana sekitar Rp 15 miliar disalurkan sepenuhnya untuk penanganan warga terdampak.

Plt Wali Kota Blitar Santoso menyatakan bahwa anggaran sebesar itu bukan sepenuhnya pos untuk merayakan HUT kota. Sebagian besar menyisihkan anggaran dari beberapa OPD dengan memfokuskan kegiatan penanganan warga terdampak pandemi Corona.

“Seperti hari ini, dana dari CSR dan BAZNAS kami pakai untuk menyediakan 280 paket sembako. Satu paket senilai Rp 200 ribu, berisi beras, minyak, gula, kecap, dan gula. Paket-paket ini kami serahkan kepada para pedagang yang terdampak pandemi Corona,” kata Santoso, Rabu (1/4).

Bantuan sembako ini, lanjutnya, diserahkan kepada para pedagang yang berlokasi di beberapa destinasi wisata yang ditutup sejak 18 Maret lalu, seperti para pedagang di makam Bung Karno, PIPP, Istana Gebang, dan Taman Rakyat Kebonrojo.

Santoso juga meminta pamong di 21 kelurahan terus mendata warga yang membutuhkan bantuan, selama aktivitas perekonomiannya terdampak wabah Corona. Karena bukan hanya pedagang yang membutuhkan bantuan sembako, tapi juga pekerja toko-pasar yang tempat kerjanya berhenti beroperasi selama masa darurat Corona ini.

“Selain sembako, kami prioritaskan anggaran untuk pengadaan APD, termasuk masker dan hand sanitizer. Juga untuk menyemprotkan disinfektan yang akan dilakukan secara simultan selama masa darurat ini,” imbuhnya. (dtk/Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *