Malang — Bila ada kemauan, semua permasalahan yang dihadapi warga akan ada solusinya. Hal tersebut seperti dilakukan BAZNAS Kota Malang yang menyediakan rumah layak bagi keluarga tidak mampu.

Wajah Sukarnoto (58) dan Siti Wasilah (39) tampak sumringah seusai rumah mereka mendapatkan bantuan pembangunan dari Pemerintah Kota Malang. Dalam benaknya, apa yang sdekarang disaksikan layaknya mimpi di siang bolong. Bagaimana mungkin, dengan penghasilan yang tidak menentu akhirnya bisa memiliki rumah yang layak.

Sepasang suami istri tersebut tinggal di Jalan Kepuh Gang VII A RT 05 RW 05 Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang. Pemerintah  bersama Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS setempat membangun rumah Siti Wasilah yang memiliki luas 4,5×8 meter. Pastinya dengan luas lahan seperti itu sangat jauh dari pantas untuk dihuni pasangan ini.

Namun tentu saja hal itu tidak dapat dihindari karena kenyataan memang berkata demikian. Yang bisa dilakukan adalah memastikan lahan yang ada dapat didirikan bangunan layak sehingga penghuninya merasa aman dan tentu saja tidak khawatir dengan perubahan iklim yang ada.

 

Mimpi Jadi Nyata

Siti Wasilah mengatakan, awal mula BAZNAS membantu pembangunan rumahnya setelah ada tetangganya yang bernama Darmadi. Dari tetangga yang demikian memiliki perhatian tersebut akhirnya merekomendasikan rumahnya di kelurahan. Segala persyaratan administrasi dibantu secara penuh, sehingga akhirnya berhak memperoleh bantuan.

Perempuan yang setiap hari bekerja sebagai buruh rumahan tersebut malah tidak menyangka jika pada pertengahan Juli lalu, ada orang yang menyurvei rumahnya. Ibarat pepatah, hal itu layaknya mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.

“Waktu itu ada beberapa orang dari BAZNAS menyurvei rumah kami. Setelah kami tanya, survei ini dalam rangka program kemanusiaan dari BAZNAS,” terangnya.

Setelah itu, pada Senin (22/7), akhirnya rumah yang berpondasikan bambu dan kayu itu dibangun ulang oleh BAZNAS. Kata Siti, dalam pembangunan itu, ada tiga orang yang masing-masing bertugas sebagai tukang dan kuli. Dirinya bersama suami dengan penuh harap memimpikan bangunan segera bisa terwujud.

Sesuai dengan berita acara mengenai serah terima pembangunan, rumah Siti Wasilah mendapatkan bantuan dari BAZNAS senilai Rp 19 juta.

“Bagian depan dulu tidak ada jendelanya. Rumah kami hanya ditopang dengan bambu. Tapi alhamdulillah, pemerintah akhirnya membantu kami. Dan depan rumah kami tampak lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Siti menambahkan, pembangunan rumahnya itu memerlukan waktu sekitar dua pekan.

Hingga akhirnya, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama dengan BAZNAS setempat mendatangi rumah Siti Wasilah untuk melakukan peninjauan.

“Waktu didatangi saya kaget. Karena kami juga tidak ada persiapan waktu itu. Karena yang datang juga Pak Wawali, selain saya senang. Saya juga bingung karena tidak mempersiapkan apapun ketika itu,” ucapnya.

Dalam melakukan peninjauan, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, program bedah rumah ini merupakan salah satu upaya Pemkot Malang dalam mengentaskan kemiskinan melalui hunian yang layak ditempati.

Anggaran yang digunakan dalam bedah rumah ini merupakan amal dan zakat yang disisihkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang.

“Kami ingin, amal dan zakat ini nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Bung Edi, sapaan akrab Sofyan Edi Jarwoko.

Program bedah rumah sendiri juga memiliki kriteria dan klasifikasi tersendiri. Di antaranya ialah hunian yang sudah tidak layak huni dan berpotensi membahayakan si penghuni.

Kemudian dari unsur kesehatan, kata Bung Edi, setiap rumah yang selesai dipugar harus memiliki ventilasi dan juga pencahayaan. Sehingga nantinya akan ada pertukaran udara yang baik dan hunian tersebut tidak menjadi lembab.

“Teknisnya rumah ini harus memiliki pondasi bangunan yang kokoh dan layak huni. Kemudian harus ada pencahayaan dan ventilasi juga dibenahi agar memenuhi keamanan konstruksi dan kesehatan udara,” ujarnya.

Orang nomor dua di Kota Malang itu juga mengajak masyarakat agar saling bergotong-royong membantu tetangganya yang sedang mengalami kesulitan.

“Melalui gotong royong dan rasa kebersamaan yang terus kita bangun, Saya yakin program pengentasan kemiskinan akan sukses kita laksanakan,” tandasnya.

Sebelumnya warga miskin di Kota Malang memperoleh program bantuan bedah rumah dari BAZNAS. Dua orang warga di Kecamatan Blimbing yang beruntung mendapatkan bantuan tersebut yakni Yulianto warga Kelurahan Pandanwangi dan Samsuri warga Kelurahan Muharto. (Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *