Lamongan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lamongan terus berupaya mengoptimalkan potensi zakat infak dan shadaqah kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan cara menghimbau masyarakat untuk bisa menyalurkan zakat infak dan shadaqah melalui BAZNAZ.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan juga sudah diberlakukan, demikian pula kepala dan perangkat desa yang ada.

Melalui Surat Edaran (SE) Bupati Lamongan nomor SE/224/ 413.202/2020 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lamongan tanggal 14 Juli 2020, dalam isi surat disebutkan agar disampaikan kepada seluruh camat se-kabupaten Lamongan.

Didalam surat tersebut dijelaskan bahwa Surat Edaran Bupati Lamongan juga mengatur adanya besaran shodaqoh bagi kepala desa/lurah dan perangkat desa yaitu, kepala desa/lurah Rp 50.000 perbulan, kemudian perangkat desa Rp 20.000 per bulan.

Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Lamongan Rusgianto mengatakan, penghimpunan zakat, infaq atau shadaqah bagi ASN, kepala dan perangkat desa ini menindaklanjuti surat edaran dari bupati.

“Agendanya per semester setiap 6 bulan sekali, bulan Agustus hingga bulan Januari 2021 mendatang kita sudah mencapai dua semester,” ujar Rusgianto, Jumat (24/7).

Dia mengatakan, pihaknya selalu update data terkait dengan penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah ini. Menurutnya jangan sampai ada uang yang tersimpan di rekening BAZNAS ini.

“Saat ini masing-masing desa hanya ada tiga penerima, rencana ke depan diagendakan setiap desa akan ada lima hingga 10 penerima, setiap penerima bantuan mendapatkan besaran dana sekitar Rp 600 ribu,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Kabupaten Lamongan itu mengungkapkan, pendapatan infaq dari 27 kecamatan yang ada di Lamongan mulai bulan Januari hingga Juni 2020 sebesar Rp 226.248.881.

“Besaran zakat atau infaq untuk kepala desa atau lurah infaq shadaqahnya sebesar Rp 50 ribu, sementara untuk perangkat desa seperti kaur, kasi dan sekdes sebesar Rp 20 ribu tiap bulannya,” tuturnya.

Dia menambahkan, mekanisme infaq atau shadaqah tersebut ialah dikumpulkan oleh pihak kecamatan kemudian disetor ke rekening bank yang sudah bekerja sama dengan BAZNAS Lamongan.

“Bantuan itu nantinya akan diberikan kepada warga miskin di Lamongan yang belum menerima bantuan sosial sama sekali. Termasuk bantuan banjir di kecamatan Turi Desa Tambak Ploso kemarin kita juga sudah membantu semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan Surat Edaran Bupati Lamongan penyetoran shadaqah dilakukan setiap bulan melalui rekening  10110030197 pada Bank Daerah Lamongan atas nama BAZNAS Kabupaten Lamongan. (Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *