Surabaya– Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernurr Jawa Timur memastikan bahwa di Jawa Timur khususnya para Aparatur Sipil Negera (ASN) tidak kewajiban untuk pemotongan gaji guna membantu penanggulangan Covid-19. Karena seperti diketahui hal itu dilakukan di Jawa Barat maupun gerakan potong gaji seperti yang dilakukan anggota DPRD Jatim.

Namun, Khofifah Indar Parawansa menerapkan adanya infaq dan sedekah bersama bagi para pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Terutama pada eselon dua yang kini menjabat sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Para kepala OPD kami minta untuk bergotong royong untuk memberikan infak dan sedekah. Kita tidak ada pemotongan khusus dan yang memberikan kewajiban,” kata Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/4).

Selain itu, Khofifah meminta para para pejabat OPD tersebut melakukan pendataan pada para pegawainya khususnya golongan 1 dan 2 yang memiliki pinjaman dan juga angsuran kredit.

Khofifah Indar Parawansa mengkoordinasi agar para pejabat di lingkungan Pemprov Jatim urunan membantu mereka.

“Karena saya juga mendapatkan informasi di pegawai kita yang golongan satu, golongan dua itu kalau misalnya tidak ada perjalanan dinas, kesulitan membayar cicilan motor dan cicilan rumah. Maka saya mengajak ASN untuk bergotong royong memberikan infak dan sedekahnya untuk membantu pegawai kita,” katanya.

Para pegawai golongan satu dan dua di lingkungan Pemprov Jatim juga diupayakan menjadi bagian dari masyarakat yang bisa mendapatkan restrukturisasi kredit akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Kita sedang berkonsultasi dengan inspektorat dan biro hukum untuk mekanisme penyalurannya,” tegas Khofifah Indar Parawansa.

Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Emil Dardak menyatakan, kebijakan infak dan sedekah ini awalnya Pemprov Jatim menggandeng Baznas. Akan tetapi di lembaga tersebut belum menyediakan mekanisme penyaluran pada masyarakat yang terdampak wabah.

“Baznas metodenya untuk yang fakir. Maka ibu gubernur meminta kami untuk berkonsultasi bersama inspektorat dan biro hukhm untuk membantu jalur menyalurkan kepedulian,” tegas Emil. (ST/Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *