Sidoarjo — Tidak mudah untuk bisa sampai di kediaman Sumewah yang berada di Desa Tambak Rejo RT. 07 RW 04, Krembung, Sidoarjo. Lewat aplikasi pencarian alamat di telepon pintar, akhirnya bisa juga tiba di alamat dimaksud.

 

Ya, butuh waktu satu jam lebih agar media ini menjangkau kediaman berukuran 4 m x 7 m yang dihuni dua perempuan dan seorang laki-laki tersebut.

 

Itulah kediaman Sumewah, perempuan penerima santunan rutin dari BAZNAS Jawa Timur. Dengan diantar tetangga sekitar, bincang santai berlangsung di ruang tamu.

 

“Maaf, saya sudah tidak bisa melihat,” kata Sumewah sejurus setelah berada di ruang tamu. Suasana di ruangan yang berukuran kurang lebih 4 m persegi itu sangat sederhana. Aneka perabotan harian mengisi ruangan tersebut dan sebuah televisi, serta sepeda onthel.

 

Sumewah ternyata sudah empat bulan terakhir mengalami lumpuh akibat terkena penyakit stroke. Di atas lantai, perempuan berusia 50 tahunan itu duduk dengan alas tikar seadanya. Penuturannya sedikit berat, sehingga kurang jelas didengar.

 

Dengan bantuan dua tetangga yang sejak awal mengantar, akhirnya media ini mendapat penjelasan kondisi Sumewah dengan penyakit yang diderita. “Penyebab Ibu Sumewah menderita penyakit stroke karena tekanan darah tinggi. Tekanan darahnya pernah mencapai 200-an lebih,” ungkap Ami, sang tetangga.

 

Sejumlah ikhtiar telah dilakukan agar bisa sembuh. Termasuk tentu saja membawanya ke rumah sakit. “Sudah dibawa ke dokter mas, tapi Sumewah menolak dirawat inap sebab tidak ada yang menjaga,” tuturnya.

 

Sebenarnya Sumewah memiliki suami, tapi sudah lama pergi dan tidak pernah kembali. “Bahkan tidak pernah memberi uang jajan kepada anaknya yang masih sekolah. Kalaupun akhir-akhir ini memberi, tapi jumlahnya hanya sepuluh ribu rupiah,” ujarnya.

 

Sebelum lumpuh, pekerjaan Sumewah adalah membersihkan rumah tetangga dan buruh tani. “Karena sudah tidak bisa kerja, ya saya yang ngasi makan mas,” tuturnya.

 

Saat ditanya dari mana mendapat uang untuk keperluan sehari-hari, jawabnya dari tetangga dan bantuan warga miskin dari pemerintah, termasuk Baznas Jatim. “Bantuan digunakan untuk berobat Sumewah dan biaya cucunya, Jiwo Ayundaru,” terangnya. Jiwo sendiri saat diminta bercerita tentang ibunya mengaku berbicara saja sulit.

 

Harapan para tetangga, Sumeweah bisa cepat sembuh dan diberi jalan hidup yang lebih baik. Mereka berharap agar ada uluran tangan dari para derma untuk kebutuhan keluarganya. (Asari/Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *