Surabaya — Perjuangan relawan BAZNAS Jatim dalam membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan patut diacungi jempol. Ternyata tidak sedikit masyarakat yang tersentuh hatinya sehingga mau meluangkan waktu untuk membantu masyarakat yang sedang kesusahan. Sebagaimana yang diceritakan Ketua Satuan Audit Internal (SAI) BAZNAS Jatim Drs H Slamet Hariyono, MSi.

 

Kisah pertama datang dari daerah Tulangan, Wonorejo dan Prambon Sidoarjo. Setelah tim Satuan Audit Internal (SAI) mengadakan monitoring di beberapa daerah telah dijumpai relawan yang sangat peduli terhadap keluarga kurang mampu. Yang bersangkutan juga membantu program BAZNAS Jatim khususnya untuk kaum duafa di daerah Tulangan, Wonorejo dan Prambon Sidoarjo. Dia adalah Ibu Umi.

 

Sebenarnya suami Ibu Umi sedang sakit stroke. Meskipun kondisnya demikian, tidak menyurutkan niat untuk tetap mengabdi kepada masyarakat dengan cara menyalurkan bantuan dari BAZNAS untuk masyarakat kurang mampu. Tidak hanya itu, Ibu Umi juga sangat perhatian terhadap kondisi masyakat yang dibantu.

 

“Ini amal saya. Saya akan terus berjuang membantu BAZNAS Jatim menyalurkan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Ibu Umi saat dikunjungi ke rumahnya.

 

Yang sangat dikagumi dari sosok Ibu Umi ini adalah suaminya yang juga ikut membantu memberi semangat dengan cara ikut terjun dengan dibonceng motor. Sehingga ketika Ibu Umi sudah sampai di rumah warga, sang suami hanya bisa menyaksikan istrinya dari atas motor.

 

“Jadi saat Ibu Umi masuk ke rumah mbah-mbah, suaminya tetap tinggal di atas motor melihat istrinya yang sedang membersihkan rumah warga, bahkan memandikan mbah-mbah tua,” ungkap Pak Slamet.

 

Dulunya Ibu Umi ini memiliki usaha untuk pemenuhan kebutuhan harian. Namun semenjak sang suami lumpuh, dia tidak lagi menjalankan usaha tersebut. Sehingga untuk kebutuhan setiap harinya dipenuhi oleh anaknya yang sudah kerja.

 

Berikutnya adalah Ibu Suhartik. Yang bersangkutan tercatat salah seorang karyawan honorer di KUA yang juga menjadi relawan BAZNAS Jatim. Karena waktunya sangat terbatas, dirinya bekerja sama dengan warga setempat.

 

“Jadi kalau warga yang butuh bantuan itu ada apa-apa, tetangganya inilah yang langsung menghubungi ibu Suhartik selaku relawan BAZNAS Jatim sehingga warga yang sedang dalam masalah itu cepat teratasi,” tutur Pak Slamet.

 

Pak Suyitno juga merupakan relawan BAZNAS Jatim yang tinggal di Desa Kali Kesamben Kecamatan Candi Sidoarjo. Dia sehari-hari buka usaha barang bekas. Pak Suyitno ini sangat peduli kepada kaum fakir. Sehingga di samping dia menyalurkan bantuan, juga berinfak ke BAZNAS.

 

“Pak Suyitno ini benar-benar peduli, karena dia tidak hanya menyalurkan bantuan dari BAZNAS untuk masyarakat fakir, tapi dia juga berinfak kepada BAZNAS setiap bulan sebesar 300.000.00,” yngkapnya.

 

Di Ponorogo, Pak Slamet menjumpai salah seorang relawan BAZNAS Jatim juga hingga dia diajak oleh relawannya itu terjun langsung ke rumah warga yang menerima bantuan. “Ternyata rumah yang dijumpai itu akses jalannya sangat sulit, sehingga untuk menuju rumah salah satu warga itu harus naik dengan jalan yang licin,” tutur Pak Slamet.

 

Dan warga yang dibantu ini memiliki penyakit kurang waras pikir. Sehingga menurut relawan di situ, bantuan yang diberikan bukan berupa uang melainkan sembilan bahan pokok atau sembako. Dan itu tidak bisa langsung diberi banyak melainkan harus diambilkan secukupnya untuk kebutuhan makan sehari. Karena kalau diberi banyak akan dimasak semua dalam tempo sehari sehingga untuk besoknya tidak ada. (Syaifullah)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *