Pada Jumat dini hari, Gunung Kelud, Kediri, meletus. Efeknya warga di sekitar gunung terpaksa mengungsi.

Soal dampak letusan tersebut, Badan Amil dan Zakat Nasional (BAZNAS) siap menyalurkan bantuan kepada korban bencana. Skema bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan para korban bencana. “Untuk penyalurannya, kami tidak menyalurkan langsung tetapi kami siagakan Baznas Jawa Timur, keuangannya tetap kami backup,” ucap Didin Hafiudin, Ketua Umum BAZNAS kepada Hamid Humas BAZNAS Jatim, Jumat (14/2).

Abu vulkanik membumbung tinggi keluar dari Gunung Kelud terlihat di Desa Bladak, Blitar, Jatim, Jumat (14/2). Pasca meletusnya gunung Kelud pada pukul 22.50 WIB., Kamis (13/2) malam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau kepada masyarakat agar tetap berada di radius aman atau berjarak sekitar 20 kilometer dari puncak Gunung Kelud. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ss/Spt/14

Menurut Kiai Didin, seperti penanganan penanggulangan bencana di Sinabung, Sumatera Utara atau bencana lain di Tanah Air, mekanisme bantuan tidak hanya pada masa emergency saja tetapi juga recorvery. Intinya, fokus BAZNAS pada masa recorvery.

“Kami punya pengalaman bahwa banyak akan membantu pada waktu emergency, Baznas juga tetap bantu, tetapi masyarakat lebih kesulitan setelah bencana. Di situ, kami akan siap membantu masyarakat,” kata dia,.

Menurut Kiai Didin, melalui mekanisme tersebut Baznas berharap kondisi masyarakat korban bencana tetap mendapat perhatian. Dalam kasus gempa Yogyakarta misalnya, Baznas menyalurkan bantuan untuk membangu ulang fasilitas publik, seperti sekolah.

Selain menyalurkan bantuan pada korban bencana di Kediri, Baznas juga berkordinasi pada Baz di daerah sekitar bencana, semisal Yogyakarta. Ini dilakukan, karena efek dari meletusnya gunung Kelud mulai terasa di beberapa daerah. “Intinya kami pantau, dan berkordinasi dengan daerah,” kata Kiai Didin.

Adapun nominal bantuan yang diserahkan, Kiai Didin mengatakan bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Yang pasti, Baznas siap dengan dana yang ada. “Kalau dari pengalaman sebelumnya, Baznas bisa menyiapkan besaran dana bantuan sebesar satu atau dua miliar rupiah,” ucap dia.

Berdasarkan laporan sementara yang dilakukan Tim yang dipimpin oleh Humas BAZNAS Jatim yang turun di Kabupaten Malang, Jumlah korban jiwa di Kabupaten Malang yang terdata di Posko Induk adalah 7 meninggal dunia, 31 orang rawat inap, dan 1.392 orang rawat jalan. Indentitas korban akan saya releasekan nanti. Senin (17/2) malam dilakukan rapat dari pusat, pemda, camat dan kepala desa untuk verfikasi korban.

Penyerahan Bantuan BAZNAS untuk pengungsi Kelud

 

Kerusakan bangunan meliputi rumah 3.782 unit, kantor bangunan pemerintah 20 unit, prasarana pendidikan 25I unit, prasarana kesehatan 9 unit, tempat ibadah 36 unit, dan kerusakan sarana air bersih 8.095 m3. Wilayah yang paling parah terkena dampak erupsi di Kab Malang adalah di Kecamatan Ngantang dan Kasembon.

Kerusakan lahan pertanian terdapat lahan pertanian sawah seluas 5.146 ha, lahan pertanian kebun 1.792 ha, dan tanaman buah-buahan 260.060 pohon. Sedangkan ternak sapi perah terdapat 25.290 ekor sapi yang terdampak. Belum ada laporan mengenai adanya jumlah sapi yang mati akibat erupsi di Malang. Hanya terganggu produksi susu sapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *