Sumenep — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep melaksanakan ‘ngopi bareng’ bersama bupati, Abuya Busyro Karim. Kegiatan digelar di Pendopo Agung Sumenep, Kamis (26/12) siang. Kesempatan itu, hadir pula Forkopimda Sumenep.

Acara bertajuk ‘Refleksi Akhir Tahun 2019 dalam Rangka Peningkatan Zakat dan Infak’, itu dihadiri pula jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kabupaten berlambang kuda terbang ini.

Wakil Ketua BAZNAS Sumenep Moh Jazuli Muthar mengatakan, sepanjang tahun 2018 hingga 2019, lembaganya fokus pada kesejahteraan guru ngaji atau ustad, serta lembaga tahfidz Al-Qur’an.

“Tidak seberapa, hanya Rp500 ribu perorang, dan sudah membantu sebanyak 140 ustadz,” katanya.

Kata dia, banyak guru ngaji di kampung yang kesejahteraan ekonominya masih di taraf menengah ke bawah. Sehingga menjadi fokus BAZNAS Sumenep dalam ikhtiar menjaga keajegan mereka.

Selain untuk kesejahteraan guru ngaji, BAZNAS Sumenep juga memberi perhatian pada masalah disabilitas dan anak yatim. Di acara itu, diberikan bantuan secara simbolis pada petugas kebersihan dan anak yatim.

Untuk itu, BAZNAS Sumenep membuka kesempatan bekerja sama dengan OPD, salah satunya dinas sosial, termasuk dalam pemberian santunan pada anak yatim. Hal itu, kata Jazuli bisa dilakukan di bulan Ramadhan mendatang.

“Jika misalnya Dinsos ngajukan daftar 100 anak yatim, mari kita akan bantu, tapi nanti jelang atau akhir Ramadhan,” tukasnya. (LDN/Syaifullah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *