Home / Berita Zakat / Baznas Luncurkan Film “Iman di Pangkuan sang Fakir”

Baznas Luncurkan Film “Iman di Pangkuan sang Fakir”

Surabaya – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo merilis film layar lebar bertajuk “Iman di Pangkuan Sang Fakir”.

Film yang berdurasi satu jam 38 detik ini mengisahkan tokoh Iman yang berjuang menjalani kehidupannya yang serba sulit dan kekurangan. Tokoh Iman dewasa diperankan oleh Afrian Aris Andi, soorang guru sekolah menengah atas (SMA) swasta di Surabaya.

Tokoh Iman, seorang yatim piatu, dihadapkan dengan berbagai tokoh yang merampas haknya, seperti Tokoh Budhe Warti yang merupakan tetangga yang dipanggil Bibi oleh Iman. Tokoh Budhe yang bersifat tamak ini diperankan ketua SBMI Wonosobo sekaligus produser “Iman di Pangkuan Sang Fakir”, Maizidah Salas.

Selain itu juga terdapat Tokoh Mbah Tun, penjual tempe goreng yang merupakan nenek yang mengasuh Iman sedari kecil yang diperankan oleh Waginem Artosuyitno. Juga ada tokoh Tutik, pacar Iman yang diperankan oleh Eka Christ, serta tokoh-tokoh lainnya.

Fitriansyah Agus Setiawan, kepala divisi retail Baznas, menuturkan bahwa film yang ditulis alm Juslifar M Junus ini mengingatkan penonton bahwa kemiskinan sangat dekat dengan masyarakat.

“Kemiskinan ada di sekitar kita. Ketika kita berjalan menuju rumah, kantor, atau apartemen, beberapa meter dari tempat kita berdiri, ada kemiskinan,” katanya, Rabu (30/1).

Hal serupa juga disampaikan oleh Maizidah Salas. Dengan adanya film ini, Maizidah Salas berharap dapat menyadarkan masyarakat untuk membantu orang-orang yang kekurangan materi.

“Harta kita bukan sepenuhnya milik kita. 2,5 persennya adalah milik orang yang membutuhkan,” tuturnya.
Film yang akan tayang secara perdana di Bioskop Episentrum Jakarta Selatan, Rabu (6/2) mendatang ini disutradarai oleh Gatot Sunarya, sutradara asal Surabaya.

Adapun proses pembuatan film ini, tutur Gatot Sunarya, memerlukan waktu sepuluh hari dengan mengambil latar tempat di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Konflik yang dihadirkan pada film “Iman di Pangkuan Sang Fakir” ini, lanjutnya, selalu hadir dari awal hingga akhir cerita.

“Ketika bayi, Iman sudah berhadapan dengan konflik, seperti Budhe Warti yang memanfaatkan uang sumbangan untuk Iman untuk keperluan pribadi. Lalu ketika dewasa Iman diusir dari rumahnya sendiri,” jelasnya.

Terkait kesulitan yang dihadapi selama proses pembuatan film, Gatot Sunarya mengaku kesulitan pada fase perubahan tokoh.

“Susahnya ketika bikin fase perubahan tokoh. Misalnya dari Iman bayi, SD, SMP, lalu dewasa atau tokoh-tokoh yang penampilannya berubah menua seiring berjalannya waktu,” jelasnya

“Untungnya, saya punya tim yang kuat,” lanjut Gatot Sunarya.

Sementara itu, Afrian Aris Andi, pemeran tokoh utama, mengatakan bahwa ketika memerankan tokoh Iman, ia teringat masa lalunya sendiri.

“Saya teringat masa lalu yang sama seperti yang dilakukan Iman, berjuang dari kemiskinan. Itu kesulitan yang saya hadapi, mengingat masa lalu yang tidak mau saya ingat lagi,” tuturnya.

Pemutaran film ini, tutur Fitriansyah Agus Setiawan, tidak dikenakan biaya. Hanya saja Baznas memfasilitasi bagi yang ingin berinfaq Rp 50 ribu. (Surya/Syaifullah)

 

Check Also

Baznas Sumbang Motor Pengantar Darah ke PMI Jember

Jember – Terjadi kesepakatan antara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

kode Chat