Surabaya — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta ada jalur alternatif selain Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) guna merealisasikan bantuan terdampak sosial ekonomi akibat Covid-19.

Hal itu mengingat ketentuan di dalam UU No 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, maka distribusi zakat diberikan kepada asnaf zakat (8 golongan) sesuai syariat Islam.

Melihat itu, Khofifah Indar Parawansa, lebih berhati-hati dalam mengelola dan menyalurkan keuangan negara kepada rakyatnya yang terdampak Covid-19 secara benar dan akuntable.

Beda dengan terdampak Covid -19 yang tidak hanya masuk di asnaf delapan golongan mustahik tapi terdampak Covid ini tidak hanya fakir.

“Kita dapat informasi setelah saya minta Pak Wagub kemarin berkoordinasi dengan BAZNAS untuk penyaluran warga terdampak sosial ekonomi Covid-19. Jalur lain kami minta untuk dipikirkan. Sehingga dianggap kurang pas BAZNAS mengintervensi bantuan korban dampak Covid 19, karena tidak hanya orang miskin,” ujar Khofifah, di depan wartawan dalam konpers di Grahadi, Selasa (31/3).

Saat ini jajaran Aparatur Sipil (ASN) Pemprov Jatim telah sepakat antar jajaran Kepala Organasi Perangkat Daerah dan staf di bawahnya untuk memberikan infaq dan sedekahnya kepada para korban terdampak Covid-19.

Dana mereka akan disalurkan melalui BAZNAS, atas imbauan Gubernur. Bahkan Kepala Biro Hukum dan Inspektorat diminta mengkaji formatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *