Malang —  Biaya pengobatan balita dari keluarga tidak mampu, bernama Achmad Misbahudin, pasien penderita penyakit sesak nafas di RS Ben Mari, dilunasi BAZNAS Kabupaten Malang,  Ahad (5/1/).

BAZNAS Kabupaten Malang bersama Pemkab Malang bahu membahu menolong anak dari Suliadi, warga Desa Tlogorejo, Pagak, karena sempat ditahan di rumah sakit, lantaran tak bisa membayar biaya pengobatan sebesar Rp 2,5 juta.

Dari informasi yang dihimpun, baik itu balita maupun orangtuanya belum memiliki BPJS sehingga, tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis seluruhnya.

“Atas instruksi dari Bapak Bupati, saya bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Malang yang mengurus penyelesaian administrasi tersebut,” ujar Kabag Bintal Pemkab Malang, Trilambang Santoso, kepada TIMES Indonesia.

Dia menjelaskan, untuk administrasi telah dilunasi. Selanjutnya, besok pagi pasien akan dipindahkan ke RSSA Malang yang memiliki fasilitas dan dokter lebih lengkap.

 

“Kalau sakitnya sesak nafas, dikarenakan ada kelainan pada jantungnya. Maka dari itu, setelah dipindahkan ke RSSA, akan diobservasi lebih lanjut oleh tim dokter yang menangani,” urainya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bupati Malang, berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berobat di RSUD.

 

“Saya yakin, rumah sakit pemerintah tidak akan menolak dan menahan pasien kurang mampu. Karena Bapak Bupati menegaskan dua RSUD harus menerima pasien, meski berasal dari keluarga tidak mampu, maupun belum memiliki BPJS,” bebernya gamblang.

Selanjutnya Pemkab Malang dan BAZNAS Kabupaten Malang terus berkolaborasi dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. (TI/Syaifullah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *