Jember – Ketua Baznas Kabupaten Jember, HM Misbahus Salam menegaskan pentingnya saling bantu dan budaya tolong menolong tetap dihidupkan di bumi nusantara ini. Sebab, di situlah letak kekuatan masyarakat Indonesia. Tanpa budaya itu, maka rakyat Indonesia tidak hanya kehilangan ciri khasnya tapi juga kehilangan perekat yang mengikat keberadaan mereka.

“Tolong-menolong dan saling bantu, ini menjadi ciri khas budaya kita, dan wajib kita jaga,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Pasar Murah di Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono, Jember, Jumat (5/4) lalu.

Menurut H Misbah, kepedulian perusahaan terhadap warga dengan menggelar pasar murah juga merupakan bagian dari budaya tolong menolong itu. Walaupun diakuinya, bagi sebuah perusahaan memang ada kewajiban untuk menyalurkan CSR (Corporate Sosial Responsibility), yaitu berupa sedekah perusahaan.

“Akan lebih baik sebuah perusahaan tidak sekedar menyalurkan CSR tapi juga zakatnya,” harapnya.

Pasar murah tersebut digelar oleh Baznas Kabupaten Jember bekerjasama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Ini merupakan pasar murah yang terakhir untuk periode ini. Semuanya terdapat 5 titik lokasi pasar murah yang disebar di berbagai kecamatan. Masing-masing titik digelontor 400 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak, gula dan sarden. Totalnya mencapai 2.000 paket sembako. Nilai masing-masing paket adalah Rp. 60.000,- Masyarakat bisa mendapatkan satu paket sembako itu dengan harga Rp. 10.000,- (Aryudi AR/s@if)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *