Home / Berita Zakat / Berita Daerah / Baznas dan Pemkab Adakan Ngaji Bareng di Pendopo Tuban

Baznas dan Pemkab Adakan Ngaji Bareng di Pendopo Tuban

Tuban — Sebanyak 500 tukang dan 500 Pedagang Kaki Lima (PKL) memenuhi Pendopo Kridho Manunggal Tuban untuk mengikuti Ngaji Bareng dan Bhakti Kemanusiaan, Rabu (05/12).

Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Tuban, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, serta Majelis Ulama Indonesia ini diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tuban bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten setempat.

Secara simbolis, Wabup didampingi Kepala Baznas dan MUI Tuban menyerahkan santunan kepada perwakilan tukang becak, PKL, dan pedagang miskin. Juga diserahkan bibit kelapa kepada Camat Palang dan Tuban.

Total bantuan adalah 3.500 bibit kelapa tersebut, akan ditanam di wilayah Palang dan Tuban.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein mengungkapkan, kegiatan ini sesuai dengan visi misi Kabupaten Tuban. Salah satunya fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil, termasuk tukang becak, PKL, dan pedagang miskin.

“Saya minta agar bantuan sembako tidak dijual. Tapi dibawa pulang untuk dapat digunakan untuk keperluan keluarga dengan sebaik mungkin,” katanya.

Dia mengapresiasi pemilihan ketua paguyuban tukang becak yang beberapa waktu lalu dilakukan, juga diharapkan mampu mewadahi aspirasi tukang becak dan berkoordinasi dengan Pemkab Tuban, sehingga dapat bersama meningkatkan kesejahteraan anggota.

Wabup berpesan kepada tukang becak agar melayani peziarah dengan sebaik-baiknya. “Jangan menggenjot becak kebut-kebutan apalagi sampai balapan,” pesan Wabup.

Berkaitan dengan keberadaan PKL, Wabup mengimbau agar memperhatikan penataan lokasi dan kenyamanan. Ketika menjual barang dagangan kepada peziarah hendaknya tidak menaikan harganya berlebihan.

“Semua ini dilakukan agar para pedagang dapat lebih berdaya,” tuturnya.

Terkait dengan adanya 29 pedagang miskin yang terjerat rentenir, Wabup menyatakan hal tersebut harus mendapat perhatian. Bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk melunasi hutang rentenir dan sisanya untuk modal berjualan.

Wabup dua periode ini juga menegaskan perlu adanya pembatasan terhadap rentenir.

“Kami berharap perbankan maupun BMT dapat menyasar ke pasar sehingga masyarakat tidak perlu terjerat rentenir,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup bersama undangan serta para tukang becak dan PKL menyimak tausiyah yang disampaikan KH. Imam Hambali dan Abah Topan.

Di tempat yang sama, Sanuri salah satu PKL mengaku sangat bersyukur dan gembira bisa mendapatkan bantuan dari Pemkab Tuban dalam kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah, matur suwun sanget, semoga bantuan dari pemerintah ini bermanfaat,” tandas Sanuri. (Bhirawa/Saifullah)

Check Also

Giliran Lumajang dan Pamekasan Kunjungi Baznas Gresik

Gresik – Semakin banyak saja yang ingin belajar kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

kode Chat