Sampang — Dalam satu keluarga warga Dusun Eden Desa Batoporo Barat Kecamatan Kedundung Sampang mengalami gizi buruk.

Putra putri pasangan Misru 57 dan Asdiyeh 50 yang diketahui mengalami gizi.buruk itu Qurroti 56 bulan dengan berat badan 11,7 kg, Asmadi 43 bulan berat badan 9,2 kg serta Misdi 10 bulan dengan berat badan 5,4 kg.

Berdasarkan pantauan reporter RB rabu 15/1 pasangan Misru dan Asdiyeh mempunyai 10 anak, 1 orang diasuh oleh orang tua Asdiyeh. Kondisi dari keluarga yang kesehariannya hanya sebagai buruh tani itu memancing perhatian Hj Mimin Slamet Junaidi Istri Bupati Sampang.

Pada Jumat (17/1) lalu Hj Mimin Slamet Junaidi bersama Pengurus BAZNAS, Plt Kepala Dinkes, Pejabat dari Dinsos, KB berkunjung ke rumah Misru.

Di lokasi rombongan dari Kabupaten ini disambut oleh Forkopimca Kedundung, Kepala Puskesmas Banjar, Kepala Poskesdes Batoporo Barat, KB Kecamatan Kedundung, Kepala Desa Batoporo Barat serta Pengurus dan Anggota Karang Taruna the Brilliant Desa Batoporo Barat.

Usai melakukan penimbangan Hj Mimin Slamet Junaidi memberikan bantuan Sembako serta uang kepada keluarga Misru dan Asdiyeh.

Dalam arahannya Hj Mimin Slamet Junaidi menekankan pentingnya program KB serta menjaga asupan gizi terhadap Balita.

Ia meminta Puskesmas Banjar dan Poskesdes Batoporo Barat agar terus memantau perkembangan tiga Balita beserta keluarga Musru – Asdiyeh.

Kepala Puskesmas Banjar Zahrudin S.Kep.NS M.Kes mengaku keluarga Misru dan Asdiyeh merupakan warga binaan Puskesmas Banjar.

Namun Ia mengelak dikatakan Gizi Buruk.
“Bukan Gizi Buruk mas, tetapi Gizi kurang,” katanya.

Dikisahkan sebelumnya tiga Balita itu sudah mendapat perawatan dari Puskesmas Banjar melalui program PMT (Pemberian susu dan biscuit) dan berat badan stabil.

Namun saat susu dan biscuit habis berat badan kembali turun.

Kedepan melalui Bidan Desa di Posyandu akan memantau perkembangan dari keluarga Misru dan Asdiyeh, sesekali tim dokter, gizi, konsleing, Promkes, KIA datang untuk memeriksa.

Sementara Ketua Katar the Brilliant Desa Batuporo Barat Andree melalui Khoirul Umam mengungkapkan pihaknya sering berkoordinasi dengan Poskesdes serta Puskesmas Banjar terkait permasalahan maupun kondisi dari keluarga Misru dan Asdiyeh.

Hasil dari koordinasi itu dinyatakan kondisi tiga Balita bukan karena faktor penyakit namun karena ketidak mampuan secara ekonomi yang berdampak terhadap minimnya asupan gizi.

“10 anak itu lahir dalam selisih 1 tahun,”ucap Khoirul Umam berkelakar

Ia bersama Katar The Brilliant akan mendorong pihak terkait untuk memberikan pemahaman penting program KB.

Selain itu permasalahan keluarga Misru dan Asdiyeh tidak hanya bisa ditangani Dinkes maupun Puskesmas Banjar tapi perlu adanya kerja bareng dari Instansi terkait lainnya seperti Dinsos, Kemenag, KB, Disdik termasuk pemerintahan desa.

Sebelum acara di akhiri Polsek Kedundung melalui Bhabin Kamtibmas ikut menyumbang beras kepada keluarga Misru dan Asdiyeh. (Syaifullah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *