Bangun Tata Kelola Pengelolaan Zakat, Baznas Trenggalek Bentuk UPZ Desa
.
Potensi zakat sangat besar, berdasarkan hasil kajian BAZNAS dengan IPB bahwa potensi zakat di Indonesia 217 triliun dalam setahun. Namun realitanya baru terhimpun sekitar delapan triliun saja di Indonesia pada tahun 2018.
.
Begitupun di Kabupaten Trenggalek, potensi yang pernah di petakan oleh BAZNAS Trenggalek untuk zakat para ASN saja sekitar 10 miliar dalam setahun, belum potensi zakat masyarakat secara umum, tentu lebih besar lagi.
.
Salah satu aspek yang menjadi kendala dalam pengelolaan zakat adalah dalam hal tata kelola pengelolaan yang profesional, transparan dan akuntabel. Maka faktor ini harus segera dilakukan perbaikan-perbaikan dan pengembangan tata kelola yang lebih baik, sehingga mampu mendongkrak penerimaan zakat yang lebih besar dan memberikan manfaat kepada mustahik lebih besar pula.
.
Hari ini, Mahsun Ismail selalu Ketua BAZNAS Trenggalek menyampaikan Surat Keputusan (SK) pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Karangturi, Munjungan yang diterima langsung oleh kepala Desa, Puryono.
.
Dalam keterangannya beliau berharap ini sebagai embrio dan piloting untuk desa-deaa yang lain agar bergerak membentuk UPZ agar potensi zakat di desa-deaa terkelola dengan baik untuk kemanfaatan yang maximal kepada para mustahik.
.
Puryono, selalu kepala desa dan juga Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) berterimakasih atas SK yang diberikan dan akan menjalankan amanah dengan baik. Selain itu beliau juga akan turut mensosialisasikan dan mendorong desa-desa lain untuk membentuk UPZ desa.
.
Selain Desa Karangturi ini juga ada Desa NgulungKulon yang sudah berkomunikasi dengan BAZNAS Trenggalek untuk membentuk UPZ Desa, semoga ini menjadi awal yang baik untuk pergerakan kebangkitan zakat di Trenggalek melalui UPZ Desa, Pungkas Mahsun. (Deni/Humas)
.
#kuatkarenazakat
#trenggalekmembangun
#upzdesa
#zakattumbuhbermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *